Dheezhee’s sport and music weblog

Persita pecah telor

Agustus 6, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

SOLO – Hasil buruk di tiga pertandingan sebelumnya memaksa Persita Tangerang harus tampil sempurna dilaga selanjutnya. Termasuk saat menjamu Persiba Balikpapan, Selasa (5/8/2008) di Stadion Manahan Solo.

Nilai mutlak menjadi harga mati yang harus dicapai Cucu Hidayat dkk. Absennya gelandang mungil Pendekar Cisadane Arwin tak menyurutkan ambisi Persita meraih poin maksimal.

“Bagaimanapun kondisinya kita harus bisa memanangkan pertandingan ini. Sebab, dari tiga pertandingan sebelumnya kita selalu kalah. Pokoknya, kita harus bisa memecahkan kebuntuan selama ini,” tegas pelatih Persita Agus Suparman.

Dari tiga pertandingan yang telah dilalui, tak satu pun yang mampu menghasilkan poin. Alih-alih mendapat tiga angka, satu poin pun tak mampu mereka dapat. Pertama, mereka kalah atas Arema Malang di Stadion Si Jalak Harupat Soreang Bandung. Kedua, giliran Persik Kediri yang mengandaskan ambisi Cucu dkk dengan skor yang sama di Stadion Siliwangi Bandung.

Terakhir, Persita takluk atas tuan rumah Persela di Stadion Surajaya, Lamongan. “Kondisi pemain sudah jauh lebih baik. Mereka sudah terlihat lebih enjoy dan bisa melupakan kekalahan-kekalahan sebelumnya,” lanjutnya.

Namun begitu, Persita tak mau terlalu percaya diri. Agus menginstruksikan kepada anak asuhnya untuk tidak menganggap enteng Persiba. “Persiba tim bagus. Terbukti, sampai sekarang mereka belum pernah kalah sekalipun,” tegasnya.

Di tempat terpisah, arsitek Persiba Peter Buttler mengaku sedikit khawatir dengan kondisi lini depannya. Absennya bomber asing andalan Beruang Madu Pepito Sanusi absen akibat cedera. Sebagai gantinya, Peter telah menyiapkan M. Rifki untuk mengisi starting eleven.

“Dia harus diberi kesempatan. Semoga saja dia bisa menampilkan permainan terbaik dan mencetak gol,” harap Peter. Di sisi lain, Peter tidak mau menganggap remeh kekuatan lawan. “Saya tidak melihat kondisi Persita sedang terpuruk. Justru kami harus hati-hati dengan motivasi mereka ingin mengakhiri rekor selalu kalah,” terang Peter.

SOLO – Setelah selalu gagal meraih poin dalam dua pertandingan sebelumnya, Persita Tangerang akhirnya berhasil memecah kebuntuan. Bruno Casmir dkk sukses meraih poin sempurna setelah mengandaskan perlawanan Persiba Balikpapan 1-0 di Stadion Manahan, Solo, Rabu (5/8/2008).

Gol semata wayang Pendekar Cisadane, julukan Persita- dicetak I Made Adi Wirahadi pada menit ke-89. Pelatih Persita Agus Suparman memasukkan Made Wirahadi pada menit ke-83 menggantikan Djone Nicola yang dianggap tampil kurang maksimal.

Meski menang, namun Agus mengaku kecewa dengan performa tiga pilar asingnya Bakatal Kristian, Djone Nicola dan Adolfo Souza yang dianggap bermain di bawah form terbaik mereka. Agus menilai, penampilan ketiganya kurang memberi kontribusi positif terhadap daya dobrak Persita.

“Persiba bermain cukup bagus. Pemain mereka cukup disiplin dalam mengawal pertahanan dan cepat melakukan serangan. Sebaliknya, pemain asing kami bermain tidak maksimal. Akibatnya, serangan yang coba kami susun selalu patah di tengah jalan,” kata Agus usai pertandingan.

Namun demikian, lanjut Agus, satu gol yang dicetak Made Wirahadi cukup untuk mengangkat motivasi tim asuhannya. “Bagaimanapun, ini kemenangan yang patut disyukuri. Sebab, untuk membuat gol ke gawang Persiba, bukan pekerjaan mudah bagi kami,” imbuhnya.

Agus berharap, dengan kemenangan ini, mental bertanding Bruno dkk kembali muncul. Terutama untuk menghadapi pertandingan berikutnya kontra PKT Bontang. “Semoga kemenangan ini bisa membangkitkan kembali motivasi pemain untuk menghadapi pertandingan selanjutnya. Sehingga ke depan, mereka akan bisa terus mencetak gol,” harap Agus.

Di kubu lawan, Pelatih Persiba Peter Butler tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas hasil akhir yang baru saja diraih tim asuhannya.

Namun demikian, Peter mengaku permainan Ferly La’Ala dkk sudah cukup bagus. “Sejak menit awal kami terus menguasai pertandingan. Sayangnya, anak-anak kurang fokus dan konsentrasi pada saat menit-menit akhir,” tegas Peter.

Menurut Peter, kualitas tidak berpengaruh pada laga kemarin. Sebab, secara kualitas, tim asuhannya lebih unggul dibanding Persita. “Kualitas tidak berpengaruh. Tapi hari ini, Persita lebih beruntung,” tukasnya.

Kategori: berita terkini

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Tinggalkan sebuah Komentar